Bupati Yes Lepas 1.258 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Dorong Data Akurat untuk Fondasi Pembangunan Daerah
Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai melaksanakan rangkaian Sensus Ekonomi Tahun 2026 dengan ditandai apel pelepasan 1.258 petugas sensus yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebagai pembina apel, Senin (15/6) di Halaman Pemkab Lamongan. Dalam amanatnya, Bupati Yes menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan dan petugas sensus yang menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan data yang akurat, terpercaya, dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan Lamongan maupun nasional.
Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini menjadi agenda nasional penting untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah akan memperoleh data lengkap terkait aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, dengan cakupan lapangan usaha seperti pertanian, perdagangan, industri, transportasi, hingga sektor berbasis digital.
Bupati Yes menyampaikan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran mengenai struktur, potensi, dan dinamika perekonomian daerah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu kontributor terbesar bagi Kabupaten Lamongan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran.
“Di tengah perubahan struktur ekonomi, perkembangan teknologi digital, munculnya berbagai model usaha baru, serta dinamika ekonomi global, kita membutuhkan data yang semakin rinci, akurat, dan mutakhir. Melalui sensus ekonomi ini, semua harus tercatat dan terdata,” tutur Bupati Yes.
Beliau juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lamongan menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan yang diterima, ekonomi Lamongan pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,40 persen dan pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai pertumbuhan 10,79 persen. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang pada tahun 2025 berhasil ditekan menjadi 0,26 persen dari sebelumnya 0,61 persen pada tahun 2024.
Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai melaksanakan rangkaian Sensus Ekonomi Tahun 2026 dengan ditandai apel pelepasan 1.258 petugas sensus yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebagai pembina apel, Senin (15/6) di Halaman Pemkab Lamongan. Dalam amanatnya, Bupati Yes menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan dan petugas sensus yang menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan data yang akurat, terpercaya, dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan Lamongan maupun nasional.
Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini menjadi agenda nasional penting untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah akan memperoleh data lengkap terkait aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, dengan cakupan lapangan usaha seperti pertanian, perdagangan, industri, transportasi, hingga sektor berbasis digital.
Bupati Yes menyampaikan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran mengenai struktur, potensi, dan dinamika perekonomian daerah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu kontributor terbesar bagi Kabupaten Lamongan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran.
“Di tengah perubahan struktur ekonomi, perkembangan teknologi digital, munculnya berbagai model usaha baru, serta dinamika ekonomi global, kita membutuhkan data yang semakin rinci, akurat, dan mutakhir. Melalui sensus ekonomi ini, semua harus tercatat dan terdata,” tutur Bupati Yes.
Beliau juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lamongan menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan yang diterima, ekonomi Lamongan pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,40 persen dan pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai pertumbuhan 10,79 persen. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang pada tahun 2025 berhasil ditekan menjadi 0,26 persen dari sebelumnya 0,61 persen pada tahun 2024.




