🌱 GAS PAK CAMAT: Gerakan Serentak Tanam Cabai dan Tomat, Wujudkan Masyarakat Mandiri Pangan dari Pekarangan
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (GAS PAK CAMAT) se-Kabupaten Lamongan dengan mengusung tema "Wujudkan Masyarakat Mandiri Pangan dari Pekarangan."
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 27 kecamatan se-Kabupaten Lamongan pada Senin (29/6/2026) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.
Di Kecamatan Modo, kegiatan dipusatkan di Pekarangan Kantor Kecamatan Modo dan Pekarangan Desa Mojorejo. Turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini Camat Modo Anang Budi Santosa, S.H., M.Si., Ketua TP PKK Kecamatan Modo Ny. Titik Pujianingsih Anang Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Modo, Kepala Desa Mojorejo, serta Ketua TP PKK Desa Mojorejo.
Sebanyak ±70 bibit tanaman cabai dan tomat ditanam sebagai langkah nyata dalam mendukung gerakan pemanfaatan pekarangan menjadi lahan produktif yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Kegiatan ini juga terlaksana berkat sinergi yang baik antara Pemerintah Kecamatan Modo dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Modo dalam memberikan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat mengenai budidaya tanaman hortikultura.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, gerakan ini juga menjadi salah satu upaya dalam mendukung pengendalian inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas cabai dan tomat.
Semangat kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sehingga tercipta lingkungan yang hijau, produktif, serta masyarakat yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (GAS PAK CAMAT) se-Kabupaten Lamongan dengan mengusung tema "Wujudkan Masyarakat Mandiri Pangan dari Pekarangan."
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 27 kecamatan se-Kabupaten Lamongan pada Senin (29/6/2026) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.
Di Kecamatan Modo, kegiatan dipusatkan di Pekarangan Kantor Kecamatan Modo dan Pekarangan Desa Mojorejo. Turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini Camat Modo Anang Budi Santosa, S.H., M.Si., Ketua TP PKK Kecamatan Modo Ny. Titik Pujianingsih Anang Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Modo, Kepala Desa Mojorejo, serta Ketua TP PKK Desa Mojorejo.
Sebanyak ±70 bibit tanaman cabai dan tomat ditanam sebagai langkah nyata dalam mendukung gerakan pemanfaatan pekarangan menjadi lahan produktif yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Kegiatan ini juga terlaksana berkat sinergi yang baik antara Pemerintah Kecamatan Modo dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Modo dalam memberikan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat mengenai budidaya tanaman hortikultura.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, gerakan ini juga menjadi salah satu upaya dalam mendukung pengendalian inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas cabai dan tomat.
Semangat kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sehingga tercipta lingkungan yang hijau, produktif, serta masyarakat yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.





