Satu Tahun Sekolah Rakyat, Bangkitkan Potensi Anak Lamongan
Genap satu tahun sejak diresmikan Presiden RI, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan mulai menunjukkan hasil nyata dalam membangkitkan potensi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berbagai prestasi yang diraih para siswa menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan yang setara mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak YES) saat menghadiri Open House Satu Tahun Sekolah Rakyat di SRMA 25 Lamongan, Brondong, Rabu (15/7).
Sebagai sekolah yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi instrumen pemutus rantai kemiskinan antargenerasi. Saat ini, SRMA 25 Lamongan menampung 131 siswa yang berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bupati YES mengaku bangga atas capaian para siswa yang dinilai mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah menghadirkan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi generasi muda.
"Saya berharap para alumni Sekolah Rakyat mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, mari perkuat sekolah ini sebagai jembatan penghubung cita-cita," ujarnya.
Selain bebas biaya dan dilengkapi fasilitas asrama, SRMA 25 Lamongan menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan keterampilan siswa sesuai minat masing-masing. Salah satu siswi, Novita, mengaku bersyukur dapat mengembangkan diri melalui berbagai program sekolah hingga dipercaya menjadi Sekretaris OSIS dan meraih Juara 1 Karate tingkat nasional.
Pada kesempatan tersebut, Bupati YES juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan tengah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di dekat Kawasan Gajah Mada (Kagama) sebagai lokasi permanen Sekolah Rakyat. Ke depan, kawasan tersebut akan menjadi pusat pendidikan yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan potensi siswa, seperti fasilitas olahraga, balai kesenian, hingga co-working space.
Genap satu tahun sejak diresmikan Presiden RI, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan mulai menunjukkan hasil nyata dalam membangkitkan potensi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berbagai prestasi yang diraih para siswa menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan yang setara mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak YES) saat menghadiri Open House Satu Tahun Sekolah Rakyat di SRMA 25 Lamongan, Brondong, Rabu (15/7).
Sebagai sekolah yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi instrumen pemutus rantai kemiskinan antargenerasi. Saat ini, SRMA 25 Lamongan menampung 131 siswa yang berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bupati YES mengaku bangga atas capaian para siswa yang dinilai mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah menghadirkan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi generasi muda.
"Saya berharap para alumni Sekolah Rakyat mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, mari perkuat sekolah ini sebagai jembatan penghubung cita-cita," ujarnya.
Selain bebas biaya dan dilengkapi fasilitas asrama, SRMA 25 Lamongan menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan keterampilan siswa sesuai minat masing-masing. Salah satu siswi, Novita, mengaku bersyukur dapat mengembangkan diri melalui berbagai program sekolah hingga dipercaya menjadi Sekretaris OSIS dan meraih Juara 1 Karate tingkat nasional.
Pada kesempatan tersebut, Bupati YES juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan tengah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di dekat Kawasan Gajah Mada (Kagama) sebagai lokasi permanen Sekolah Rakyat. Ke depan, kawasan tersebut akan menjadi pusat pendidikan yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan potensi siswa, seperti fasilitas olahraga, balai kesenian, hingga co-working space.



