Hadiri Konfercab II Fatayat NU Babat, Pak Yes Apresiasi Peran Fatayat dan Dorong Program Penguatan Akhlak
Menghadiri Konferensi Cabang II Fatayat NU Babat di Aula MTs N 1 Lamongan pada Sabtu (4/3), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi kontribusi peran strategis PC Fatayat NU Babat dalam mendukung pembangunan daerah. Beliau juga mengingatkan, bahwa tantangan masa depan semakin kompleks, sehingga program kerja yang dirumuskan harus mampu menyentuh perbaikan akhlak generasi muda.
Dalam sambutannya, Pak Yes menyoroti pergeseran adab dan etika akibat pengaruh media sosial. Menurutnya, batasan antara dunia nyata dan dunia digital kini semakin kabur, yang berdampak pada lunturnya nilai-nilai kesantunan di masyarakat.
"Kita sekarang hidup di dua dunia. Seringkali di media sosial, etika dan adab seolah hilang. Inilah tantangan besar bagi Fatayat untuk tetap menjadi penjaga moral dan akhlak di tengah gempuran digital," tuturnya.
Meski situasi dunia sedang fluktuatif, Pak Yes memaparkan bahwa Kabupaten Lamongan tetap mampu menorehkan berbagai prestasi gemilang, bahkan banyak di antaranya yang melampaui capaian rata-rata nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan akan jauh lebih kompleks.
"Ke depan tantangan semakin berat. Perubahan sosial, ekonomi, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga dampak konflik global mulai kita rasakan secara nyata di daerah," tambah Pak Yes.
Menyambung apa yang disampaikan Ketua PC Fatayat NU Babat, Siti Maulidah, mengenai program pemberdayaan perempuan, Pak Yes menekankan bahwa muara dari semua program tersebut haruslah pada penguatan ketahanan keluarga. Hal ini merujuk pada data keprihatinan terkait angka perceraian di Lamongan yang masuk dalam 5 besar di Jawa Timur.
"Berdasarkan data dari Kemenag menunjukkan angka perceraian di Lamongan pada tahun 2025 mencapai 3.120 kasus. Sementara hingga Maret 2026 ini saja, sudah ada 732 kasus yang diputuskan. Ini kondisi yang miris. Saya berharap program Fatayat kedepan lebih menyentuh pada perbaikan akhlak generasi muda dan kemandirian perempuan untuk menekan angka ini," tegasnya.